UMK News - Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menggelar agenda penyerahan lagu dan partitur berjudul “Kuningan Tempat Lahir Angklung” sebagai bentuk apresiasi terhadap karya budaya yang mengangkat identitas daerah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan inovasi berbasis budaya.
Lagu tersebut merupakan karya Marwah Soekmana Putra selaku Pembina UKM Angklung UM Kuningan. Karya ini tidak hanya menghadirkan rangkaian nada, tetapi juga mengandung nilai historis dan semangat pelestarian budaya lokal, khususnya angklung sebagai warisan yang melekat dengan Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya, pihak kampus menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas lahirnya karya tersebut. Lagu “Kuningan Tempat Lahir Angklung” dinilai sebagai bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan gagasan kreatif yang mampu memperkuat identitas budaya bangsa.
Karya ini juga mencerminkan nilai inovasi yang diusung UM Kuningan. Inovasi tidak selalu hadir dalam bentuk teknologi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pengemasan budaya secara kreatif sehingga mampu menginspirasi dan menjangkau masyarakat luas.
“Melalui karya ini, kita melihat bahwa inovasi dapat lahir dari upaya merawat budaya. Lagu ini tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media edukasi yang memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap angklung,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, lagu ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan budaya lokal. Hal ini sejalan dengan semangat UM Kuningan yang menjunjung nilai kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan peradaban.
Dengan adanya penyerahan lagu dan partitur ini, UM Kuningan berharap dapat mendorong lahirnya karya-karya inovatif lainnya dari sivitas akademika, sekaligus memperkuat positioning Kuningan sebagai daerah yang memiliki keterkaitan historis dengan perkembangan angklung.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mengangkat potensi budaya daerah serta mempertegas komitmen kampus dalam mendukung pelestarian warisan budaya melalui pendekatan kreatif dan edukatif. (tsa)

