UMK News - Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Muhammadiyah. Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, atas diraihnya Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Pemikiran Sosial.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemikiran Haedar Nashir dalam bidang sosial, sekaligus dedikasinya dalam menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Bagi keluarga besar Muhammadiyah, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Persyarikatan. Capaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa gagasan, pemikiran, dan pengabdian yang konsisten dapat memberikan pengaruh dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas penghargaan yang diraih Haedar Nashir.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., atas diraihnya Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Pemikiran Sosial. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemikiran, keteladanan, dan pengabdian yang konsisten dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujar Wawang.

Menurut Wawang, penghargaan tersebut juga menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk terus memperkuat tradisi keilmuan dan pengabdian. Pemikiran yang berkembang di lingkungan akademik diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pemikiran Sosial untuk Kemaslahatan

Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 bidang Pemikiran Sosial menjadi pengakuan atas kontribusi Haedar Nashir dalam menghadirkan gagasan yang relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Pemikiran sosial memiliki posisi penting dalam membaca berbagai perubahan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Gagasan yang konstruktif dibutuhkan untuk membangun kehidupan sosial yang lebih inklusif, berkemajuan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Dalam konteks Muhammadiyah, tradisi intelektual dan gerakan sosial telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persyarikatan. Pendidikan, dakwah, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai bentuk pelayanan sosial menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Semangat tersebut juga menjadi bagian yang terus dikembangkan UM Kuningan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Wawang menilai capaian Haedar Nashir dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UM Kuningan untuk terus mengembangkan pemikiran kritis, tradisi keilmuan, serta karya yang memberikan dampak positif.

“Bagi kami di UM Kuningan, penghargaan ini juga menjadi motivasi untuk terus menumbuhkan semangat Islam Berkemajuan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai bentuk kontribusi nyata. Semoga keteladanan Prof. Haedar Nashir dapat menginspirasi generasi muda Muhammadiyah untuk terus belajar, berpikir, berkarya, dan memberikan manfaat,” tambahnya.

Menginspirasi Generasi Muda Muhammadiyah

Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Muhammadiyah untuk mengambil peran lebih besar dalam kehidupan masyarakat.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, generasi muda membutuhkan kemampuan untuk berpikir kritis, membaca persoalan secara komprehensif, serta menghadirkan gagasan yang dapat menjadi solusi.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya tersebut. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga didorong agar memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk memberikan kontribusi.

UM Kuningan memandang penghargaan yang diterima Haedar Nashir sebagai bagian dari semangat tersebut. Keteladanan seorang tokoh diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.

Memperkuat Semangat Islam Berkemajuan

Wawang berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat semangat keluarga besar Muhammadiyah dalam menghadirkan pemikiran dan gerakan yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Semoga penghargaan ini menjadi energi positif untuk terus menebarkan gagasan, memperkuat moderasi, dan menghadirkan kemajuan yang berkeadaban. Selamat kepada Prof. Haedar Nashir. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan keberkahan dalam melanjutkan perjuangan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Bagi UM Kuningan, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan. Perguruan tinggi juga memiliki peran dalam melahirkan gagasan, membangun karakter, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Capaian Haedar Nashir diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UM Kuningan untuk terus bertumbuh, berilmu, berkarya, dan memberikan manfaat.

Selamat dan sukses, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. atas diraihnya Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Pemikiran Sosial.

Terus Bertumbuh dan Bermanfaat bersama Muhammadiyah. (tsa)