UMK News - Empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia selama hampir satu bulan. Mereka dilepas oleh Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., dalam acara pelepasan pada 29 September 2026.
Keempat mahasiswa tersebut akan mengikuti program KKN Internasional mulai 1 hingga 27 Oktober 2026. Mereka berasal dari dua program studi, yakni Agung Priatna dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Azri Nurul Farida, Ilaika Al-Hassani, dan Rena Apriliyani dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD).
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Kuningan sekaligus Ketua Pelaksana KKN, Dr. Oman Hadiana, M.Pd., mengatakan keempat mahasiswa tersebut telah melalui proses seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta program.
“Tidak sembarang mahasiswa yang bisa mewakili kampus dalam ajang bergengsi ini. Keempat mahasiswa yang dilepas merupakan hasil seleksi ketat,” ujar Oman.
Program KKN Internasional tersebut merupakan bagian dari agenda pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan LPPM UM Kuningan dengan cakupan lintas negara. Selain menjalankan kegiatan pengabdian, mahasiswa akan memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Dalam acara pelepasan, Rektor UM Kuningan menempatkan program tersebut sebagai bagian dari program unggulan kampus, Melejit. Menurut Wawang, kesempatan mengikuti KKN Internasional dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman di luar lingkungan akademik yang selama ini mereka jalani.
“Program Melejit adalah wujud komitmen kita. KKN Internasional ini termasuk di dalamnya. Harus disadari, tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan emas seperti ini,” kata Wawang.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan pengalaman selama berada di Malaysia, termasuk dalam membangun interaksi dan belajar memahami masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda.
“Semoga pengorbanan teman-teman mahasiswa digantikan oleh Allah SWT dengan balasan berlipat. Semoga urusannya dilancarkan, karena kalian akan mengumpulkan pengalaman berharga di kancah internasional,” ujarnya.
Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UM Kuningan, Drs. Rosid Ismail, M.Pd.I., turut berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik keluarga dan almamater selama mengikuti program.
“Mahasiswa KKN KI ini merupakan bukti hasil didikan Muhammadiyah. Muhammadiyah berkembang atas kepercayaan bapak ibu sekalian. Oleh karena itu, bawa nama baik orang tua dan bawa nama baik UM Kuningan,” kata Rosid.
Menurut Rosid, pengalaman mengikuti program internasional juga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan setelah lulus, termasuk dalam melihat peluang yang lebih luas di masa mendatang.
KKN Internasional menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar mahasiswa di luar negeri yang mempertemukan aspek pendidikan, pengabdian, dan interaksi lintas budaya. Bagi empat mahasiswa UM Kuningan yang berangkat ke Malaysia, program tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman akademik mereka ke lingkungan masyarakat yang berbeda. (tsa)

