UMK News - Sebanyak 85 rombongan peserta Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN-KI) dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) Angkatan 14 Tahun 2026 resmi diserahterimakan di Wisma Thakardas, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (20/1/2026).

Prosesi serah terima dilaksanakan melalui Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan diselenggarakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan PTMA (ALPTK PTMA). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SIKL, perwakilan ALPTK PTMA, dosen PTMA, serta mahasiswa peserta KKN-KI.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Mashudi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa yang terpilih mengikuti KKN Kemitraan Internasional patut bersyukur karena kesempatan tersebut tidak dimiliki oleh semua mahasiswa.


“Mahasiswa yang hadir di sini adalah mahasiswa terpilih. Tidak semua orang mendapat kesempatan belajar, mengabdi, dan berproses di tingkat internasional seperti ini,” ujarnya.

Program KKN-KI dan PKM-KI PTMA Angkatan 14 Tahun 2026 diikuti oleh rombongan dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Indonesia, di antaranya STIT Muhammadiyah Sibolga Tapteng, UM Banjarmasin, UM Gorontalo, UM Kuningan, UM OKU Timur, UM Palembang, UM Ponorogo, UM Pringsewu Lampung, UM Sidoarjo, UM Sorong, dan UM Surakarta.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-KI dibagi ke dalam sejumlah kelompok dan ditempatkan di 26 Sanggar Bimbingan yang tersebar di wilayah Semenanjung Malaysia. Sanggar Bimbingan merupakan lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan SIKL yang memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap, agar tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.


Sementara itu, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) merupakan sekolah formal milik Pemerintah Indonesia yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan menerapkan kurikulum nasional Indonesia.

Perwakilan ALPTK PTMA, Fahmi, menegaskan bahwa kehadiran program KKN-KI dan PKM-KI PTMA yang telah memasuki angkatan ke-14 diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa di lokasi pengabdian.

“Mahasiswa diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan Sanggar Bimbingan. Sebagai agent of change, mahasiswa dituntut membawa perubahan melalui solusi-solusi nyata yang berdampak,” tegasnya.

Melalui program KKN-KI dan PKM-KI PTMA Angkatan 14 ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman internasional yang memperkaya kompetensi akademik, sosial, dan kepemimpinan, sekaligus membawa nama baik almamater dan persyarikatan Muhammadiyah di kancah global. (tsa)