UMK News - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan di Desa Subang menggelar rapat koordinasi bersama pihak BKKBN dan pemerintah desa sebagai langkah awal dalam implementasi program kerja pengabdian masyarakat.

Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperjelas pembagian tugas, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa dan mitra kerja. Melalui forum ini, seluruh pihak yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing selama masa pelaksanaan KKN.

Dalam rapat tersebut, pihak BKKBN memberikan arahan terkait pembagian tugas pendampingan kegiatan Posyandu di setiap dusun. Mahasiswa KKN dibagi ke dalam enam kelompok yang masing-masing bertanggung jawab mendampingi pelaksanaan Posyandu di wilayah yang telah ditentukan. Pembagian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, rapat juga membahas pembagian wilayah untuk kegiatan pemetaan desa. Wilayah yang menjadi fokus meliputi RW 1 Kliwon serta Dusun Manis yang mencakup RW 3, RW 4, dan RW 5. Hasil dari kegiatan pemetaan ini nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan data desa sekaligus acuan dalam perencanaan program kerja KKN yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Pihak BKKBN juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara mahasiswa dengan masyarakat di setiap dusun. Mahasiswa diharapkan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan perangkat desa serta warga setempat agar setiap program yang dijalankan mendapatkan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat.

Terkait penyusunan denah Desa Subang, mahasiswa diimbau untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan keakuratan data dan kesesuaian dengan kondisi di lapangan. Langkah ini penting agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan serta bermanfaat bagi pengembangan desa.

Rapat koordinasi ini juga menghasilkan kesepakatan mengenai perubahan jadwal kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang dialihkan menjadi hari Minggu. Perubahan tersebut dilakukan demi meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan agar dapat diikuti secara optimal oleh mahasiswa dan masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh mahasiswa KKN memiliki pemahaman yang sama terkait tugas dan mekanisme kerja. Dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, pelaksanaan program KKN di Desa Subang diharapkan berjalan efektif, terarah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. (tsa)