UMK News - Sapaan sederhana seperti “Hello, my name is...” menjadi awal pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Melalui suasana belajar yang interaktif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN-KI) ALPTK PTMA mengajak peserta didik berlatih memperkenalkan diri sekaligus membangun keberanian untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.

Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan di Sungai Buloh, Malaysia, dengan materi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari. Mahasiswa memilih topik perkenalan diri sebagai langkah awal agar peserta didik dapat mengenal kosakata dan ungkapan sederhana yang mudah diterapkan dalam komunikasi.

Materi yang diberikan meliputi cara menyebutkan nama, usia, asal, hingga hobi. Setelah mengenalkan sejumlah kosakata dan ungkapan, mahasiswa memberikan contoh percakapan sederhana yang dapat digunakan ketika peserta didik berkenalan dengan teman.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik secara berpasangan. Peserta didik diberi kesempatan untuk saling bertanya dan menjawab menggunakan Bahasa Inggris sederhana sebelum mencoba memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya.

Metode tersebut membuat proses belajar tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk langsung mempraktikkan kemampuan berbicara yang telah dipelajari.

Antusiasme peserta didik terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta didik mulai mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris meskipun masih menggunakan kalimat-kalimat sederhana.

Bagi mahasiswa KKN-KI, proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Keberanian peserta didik untuk mencoba berbicara menjadi salah satu hal yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut, sehingga Bahasa Inggris tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga digunakan dalam komunikasi.

Pembelajaran dengan materi perkenalan diri juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendampingi peserta didik secara langsung. Interaksi selama praktik membuat proses belajar berlangsung dua arah, dengan mahasiswa memberikan contoh sekaligus membantu ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-KI ALPTK PTMA berharap peserta didik tidak hanya memperoleh tambahan kosakata Bahasa Inggris, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan pengalaman belajar bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Dari satu sapaan sederhana, proses pembelajaran diarahkan untuk membangun kebiasaan berkomunikasi dan keberanian menggunakan Bahasa Inggris secara bertahap.  (tsa)