UMK News - Kabar duka menyelimuti Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) pada Kamis pagi (12/2/2026). Dr. Muhammad Samsudin wafat dalam usia 56 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar civitas akademika UM Kuningan serta Persyarikatan Muhammadiyah.

Dr. Muhammad Samsudin dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan transformasi STKIP Muhammadiyah Kuningan menjadi Universitas Muhammadiyah Kuningan. Saat mengemban amanah sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan periode 2017–2019, ia berperan besar dalam memperkuat arah pengembangan institusi menuju universitas yang lebih matang secara akademik dan kelembagaan.

Di bawah kepemimpinannya, proses konsolidasi internal kampus berjalan lebih sistematis. Ia menanamkan semangat perubahan dengan keyakinan bahwa kampus daerah memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing secara nasional. Salah satu simbol yang dikenang dari masa kepemimpinannya adalah jargon penyemangat, “UM Kuningan… Yes! UM Kuningan… Luar biasa!”, yang kerap ia gaungkan dalam berbagai forum resmi kampus.

Seruan tersebut bukan sekadar ungkapan motivasi, melainkan refleksi dari optimisme yang ia bangun untuk memperkuat rasa percaya diri seluruh sivitas akademika. Melalui pendekatan itu, ia berusaha membentuk budaya kerja yang disiplin, berani bermimpi besar, dan tidak ragu melangkah maju.

Dr. Muhammad Samsudin dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas dalam menyampaikan visi, namun tetap hangat dalam berinteraksi. Di tengah keseriusan rapat dan agenda kelembagaan, ia kerap menyisipkan humor yang membuat suasana lebih cair. Karakter ini menjadikannya figur yang disegani sekaligus dekat dengan rekan kerja dan mahasiswa.

Selain mengabdi di UM Kuningan, almarhum juga aktif dalam Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, serta menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Aktivitasnya yang padat menunjukkan komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan dan pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Dedikasinya tidak surut hingga akhir hayat. Pada 17 Januari 2026, kurang dari satu bulan sebelum wafat, ia masih hadir memberikan pembinaan kepada para dosen UM Kuningan yang sedang menempuh pendidikan doktoral. Kehadirannya saat itu menjadi bukti semangat pengabdian yang tetap terjaga meskipun kondisi kesehatannya sempat menurun.

Kepergian Dr. Muhammad Samsudin menjadi kehilangan besar bagi UM Kuningan. Sosoknya bukan hanya tercatat sebagai pemimpin institusi, tetapi juga sebagai inspirator yang menanamkan nilai keberanian, optimisme, dan kerja sungguh-sungguh dalam membangun kampus.

Warisan terpenting yang ditinggalkannya bukan sekadar jabatan atau program kerja, melainkan semangat untuk terus bergerak maju, menjaga integritas, dan mengabdi dengan sepenuh hati. Nilai-nilai tersebut akan terus hidup dalam langkah Universitas Muhammadiyah Kuningan ke depan.

Selamat jalan, Dr. Muhammad Samsudin. Pengabdian dan keteladananmu akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan UM Kuningan. (tsa)