UMK NewsSemangat baru pergerakan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) resmi dimulai dengan dilantiknya Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djuanda Kartawidjaja dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung BPKSDM Cikaso, Kabupaten Kuningan, Kamis (5/6/2026).

Komisariat ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Hukum, dan Sistem Teknologi Informasi, sekaligus menandai langkah strategis dalam memperkuat eksistensi IMM sebagai organisasi kader yang berperan dalam pengembangan intelektual, gerakan sosial, serta dakwah kemanusiaan di lingkungan kampus.

Ketua Umum PK IMM Djuanda Kartawidjaja, Muhammad Arun Nada, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk menjadikan komisariat sebagai organisasi yang aktif, progresif, dan berdampak nyata.

“Kami ingin membangun IMM yang tidak hanya bergerak secara struktural, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik mengusung visi besar, yakni “Mewujudkan IMM yang berintegrasi Islam Berkemajuan, berbudaya literasi, pecandu diskusi, berdaya dan berdampak yang diakhiri dengan aksi.”

Menurutnya, budaya literasi dan diskusi harus menjadi ruh gerakan mahasiswa, namun tidak berhenti pada tataran wacana. Setiap gagasan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat luas.

“Mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada diskusi. Setiap ide harus melahirkan tindakan. Dari situlah organisasi memiliki daya dan mampu memberikan dampak yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai spiritualitas, intelektualitas, dan humanitas dalam proses perkaderan IMM. Ketiga aspek tersebut dinilai sebagai fondasi utama dalam mencetak kader yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian sosial tinggi.

Sebagai komisariat yang baru terbentuk, PK IMM Djuanda Kartawidjaja juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal kampus. Hal ini bertujuan untuk memperluas ruang gerak mahasiswa dalam merespons isu-isu strategis, mulai dari kemahasiswaan hingga persoalan kebangsaan.

Arun optimistis bahwa komisariat yang dipimpinnya mampu menghadirkan warna baru dalam dinamika gerakan mahasiswa di UM Kuningan. Ia menilai status sebagai komisariat baru justru menjadi peluang untuk membangun tradisi organisasi yang progresif dan berorientasi pada kebermanfaatan.

“Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan. Saatnya bekerja, bergerak, dan membuktikan gagasan melalui aksi nyata,” pungkasnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan PK IMM Djuanda Kartawidjaja mampu menjadi motor penggerak lahirnya mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, serta berperan aktif sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (tsa)