UMK News - KUNINGAN — Masa kuliah tidak semestinya dipandang sekadar sebagai jalan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai proses membentuk karakter, mengasah daya kritis, dan menemukan jati diri. Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTAMABA) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) Tahun Akademik 2026/2027 di Lapang Kampus I UM Kuningan, Jalan Raya Cigugur, Senin (14/9/2026).
MASTAMABA tahun ini diikuti 670 mahasiswa baru dan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Muda Berintegritas, Berdayasaing, dan Berjiwa Kolaboratif untuk Mewujudkan Masa Depan yang Berkemajuan”.
Pembukaan MASTAMABA dihadiri Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., Wakil Rektor Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, M.M.Pd., beserta jajaran universitas dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, karakter, dan kemampuan mahasiswa menghadapi kehidupan. Menurutnya, pengalaman kuliah tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga perlu menjadi ruang untuk belajar mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan membangun kedewasaan.
“Jangan pernah menganggap kuliah hanya kelanjutan formalitas setelah SMA, dan jangan melihat kampus hanya sebagai tempat berburu ijazah. Di sini kalian belajar ilmu, tetapi lebih dari itu, kalian belajar cara berpikir, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan menemukan jati diri,” ujar Dian.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata diukur dari nilai akademik maupun gelar yang diperoleh. Lebih dari itu, ilmu dan kompetensi yang dimiliki perlu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Jangan hanya mengejar nilai, tetapi kejarlah ilmu. Jangan hanya ingin jadi orang pintar, jadilah orang yang bermanfaat,” tegasnya.
Bupati Dian menyebut generasi muda memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman, tanpa meninggalkan etika, nilai budaya, serta identitas sebagai bagian dari masyarakat Kuningan.
“Kuningan memerlukan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, sekaligus siap berpeluh memperjuangkannya. Kita butuh generasi yang berpikiran global, tetapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Kuningan,” ungkapnya.
Menurut Dian, apa pun profesi yang kelak dipilih mahasiswa, baik sebagai birokrat, wirausahawan, guru, peneliti, maupun bidang lainnya, integritas dan kepedulian sosial harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan tanggung jawab. Bekal keilmuan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan etika dan semangat pengabdian.
Pemerintah Kabupaten Kuningan turut mengapresiasi komitmen UM Kuningan dalam menyiapkan lulusan yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kesiapan untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga generasi yang memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Bupati Dian juga mendorong mahasiswa baru agar aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan dan berani mengambil peran dalam berbagai aktivitas positif di lingkungan kampus. Keterlibatan tersebut dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan mengembangkan keberanian menyampaikan gagasan.
“Masa depan tidak diberikan kepada mereka yang hanya menunggu, melainkan dibangun oleh mereka yang berani belajar, berani berjuang, dan tidak takut gagal,” pesannya.
Melalui MASTAMABA, UM Kuningan menyambut mahasiswa baru sebagai bagian dari lingkungan akademik yang mendorong proses belajar, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi diri. Sejalan dengan semangat “Bertumbuh dan Bermanfaat”, mahasiswa diharapkan mampu menjalani perkuliahan tidak hanya untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berintegritas, kolaboratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

