UMK News - Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali menggelar agenda Briefing Pagi secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Drs. Rosid Ismail, M.Pd.I, Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Kuningan, sebagai pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Rosid Ismail menyampaikan pesan mengenai pentingnya membangun kepedulian, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama dalam kehidupan organisasi. Menurutnya, persoalan yang terlihat kecil tidak semestinya diabaikan karena dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan memberikan dampak terhadap seluruh anggota organisasi.

Masalah Kecil, Dampak Besar

Dalam organisasi, setiap persoalan perlu mendapatkan perhatian sesuai dengan tingkat kepentingannya. Sikap merasa bahwa suatu persoalan bukan merupakan urusan pribadi justru dapat menjadi awal munculnya persoalan yang lebih besar.

Ia mengajak seluruh keluarga besar UM Kuningan untuk memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan lembaga.

“Jangan pernah kita merasa bahwa itu bukan urusan kita. Di organisasi yang kita cintai ini, ketika ada persoalan, kita harus peduli dan ikut terlibat untuk menyelesaikannya bersama.”

Menurutnya, organisasi merupakan ruang bersama yang membutuhkan kontribusi seluruh unsur di dalamnya. Program yang dijalankan lembaga juga membutuhkan dukungan, kerja sama, dan kepedulian dari setiap individu agar dapat memberikan manfaat yang optimal.

Sikap saling mendukung dan membantu menjadi salah satu kunci agar berbagai program kelembagaan dapat berjalan dengan baik. Manfaat dari keberhasilan tersebut pada akhirnya juga akan dirasakan bersama oleh seluruh keluarga besar UM Kuningan.

Komunikasi Tidak Boleh Dibiarkan Menjadi Persoalan


Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam briefing adalah persoalan komunikasi. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik dapat menimbulkan kesalahpahaman dan bahkan berdampak lebih luas apabila tidak segera diselesaikan.

Karena itu, setiap persoalan komunikasi perlu dihadapi melalui dialog dan penyelesaian yang tepat. Masalah tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan lebih banyak pihak yang terdampak.

Setiap anggota organisasi juga memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing. Namun, terdapat pula persoalan yang menjadi tanggung jawab bersama. Pada titik inilah diperlukan kesadaran kolektif untuk saling membantu dan merawat organisasi.

“Kalau ada masukan, sekecil apa pun, anggap itu sebagai sebuah kepedulian. Jangan langsung dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kritik, saran, dan masukan dapat menjadi bagian penting dalam proses perbaikan organisasi.

Musyawarah Harus Menghasilkan Tindak Lanjut

Drs. Rosid Ismail juga menekankan pentingnya menghargai setiap proses musyawarah, diskusi, maupun rapat yang telah dilakukan. Setiap keputusan dan kesepakatan yang dihasilkan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi perlu ditindaklanjuti secara nyata.

Menurutnya, hasil rapat harus memiliki progres yang jelas dan tidak boleh berhenti pada pembahasan semata. Tindak lanjut juga perlu dilakukan dalam waktu yang terukur agar setiap persoalan dapat segera memperoleh penyelesaian.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari budaya kerja yang perlu dibangun dalam organisasi, yaitu bekerja dengan target, waktu, dan indikator yang jelas.

Keberhasilan Diukur dari Penyelesaian

Dalam menyelesaikan persoalan, pertanyaan penting yang perlu dijawab bukan hanya mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi juga kapan persoalan tersebut selesai dan bagaimana keberhasilannya dapat diukur.

Karena itu, setiap penyelesaian masalah idealnya memiliki dua indikator utama, yakni batas waktu penyelesaian yang jelas serta indikator keberhasilan yang dapat diukur.

Dengan demikian, setiap persoalan dapat dipantau perkembangannya dan dievaluasi secara objektif. Budaya kerja seperti ini diharapkan dapat mendorong organisasi bergerak lebih cepat, efektif, dan bertanggung jawab.

Merawat Organisasi sebagai Tanggung Jawab Bersama

Lebih jauh, briefing pagi tersebut menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran bahwa organisasi bukan hanya tanggung jawab pimpinan atau struktural tertentu. Seluruh unsur, mulai dari peserta, dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur struktural, memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

Organisasi perlu dirawat dan dipupuk bersama melalui kepedulian, komunikasi yang sehat, kerja sama, serta kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Dengan semangat tersebut, UM Kuningan diharapkan terus menjadi organisasi yang mampu membangun budaya kerja kolaboratif, responsif terhadap persoalan, serta berorientasi pada penyelesaian dan kebermanfaatan.

Sebab, menjaga organisasi bukan hanya tentang menjalankan tugas masing-masing, tetapi juga tentang kepedulian untuk memastikan seluruh bagian dapat tumbuh, berjalan, dan memberikan manfaat bersama. (tsa)