UMK News - Perjalanan panjang menyelesaikan skripsi akhirnya mencapai salah satu titik penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Setelah melewati proses penelitian, pengolahan data, revisi, hingga mempertanggungjawabkan karya ilmiah di hadapan dosen penguji, para mahasiswa tingkat akhir mengikuti Sidang Skripsi pada Rabu (26/8/2026).

Namun, ada suasana berbeda dalam pelaksanaan sidang skripsi kali ini. Jika umumnya rangkaian sidang berakhir setelah proses akademik selesai, mahasiswa Pendidikan Matematika UM Kuningan justru menutup perjuangan tersebut dengan sujud syukur bersama di Masjid Kampus 1 UM Kuningan.

Momen tersebut menjadi refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas selesainya salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Sujud syukur dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan, Evan Farhan Wahyu Puadi, M.Pd.

Mahasiswa, dosen, dan pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut bersama-sama mengakhiri rangkaian sidang dalam suasana khidmat. Tidak sedikit perjalanan panjang yang harus dilalui mahasiswa sebelum akhirnya sampai pada momen tersebut.

Bagi Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan, sidang skripsi tidak hanya dipandang sebagai forum untuk mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian mahasiswa.

Di balik lembaran skripsi yang dipresentasikan, terdapat perjalanan panjang yang telah dilalui mahasiswa. Mulai dari proses perkuliahan, penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian di lapangan, pengolahan data, penyusunan karya ilmiah, hingga menghadapi berbagai masukan dan revisi.

Setiap mahasiswa memiliki cerita dan tantangannya masing-masing. Karena itu, berakhirnya sidang menjadi momentum yang layak dirayakan sekaligus disyukuri.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan, Evan Farhan Wahyu Puadi, M.Pd., menyampaikan bahwa penyelesaian skripsi bukanlah akhir dari perjalanan mahasiswa.

“Sidang skripsi bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi salah satu pintu menuju perjalanan baru. Apa yang telah dilalui mahasiswa selama menyelesaikan skripsi diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan setelah lulus dan semua itu tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT,” ungkap Evan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh proses, ketekunan, doa, dan dukungan dari berbagai pihak.

Keputusan untuk menutup rangkaian sidang dengan sujud syukur menjadi bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan dalam mengintegrasikan nilai akademik dan spiritual.

Sebagai bagian dari lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, nilai-nilai keislaman menjadi salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Pencapaian akademik diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga pribadi yang memiliki rasa syukur, kerendahan hati, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Sujud syukur di masjid menjadi simbol bahwa pencapaian yang diraih mahasiswa tidak berdiri sendiri. Di baliknya terdapat ikhtiar mahasiswa, doa orang tua, bimbingan dosen, dukungan keluarga, serta bantuan dari berbagai pihak yang telah menemani perjalanan akademik mereka.

Dengan demikian, momen tersebut bukan sekadar seremoni penutup. Ia menjadi ruang bagi mahasiswa untuk sejenak berhenti dari perjalanan panjang, melihat kembali apa yang telah dilalui, dan menyadari bahwa setiap pencapaian merupakan bagian dari proses yang patut disyukuri.

Sujud syukur bersama juga menjadi langkah Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan dalam membangun tradisi akademik yang lebih bermakna.

Kegiatan akademik tidak hanya diarahkan pada pencapaian nilai dan kelulusan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter serta kesadaran spiritual.

Tradisi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari karakter kegiatan akademik di Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan. Dengan demikian, setiap capaian akademik dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Setelah menyelesaikan sidang skripsi, mahasiswa kini bersiap membuka lembaran perjalanan berikutnya. Sebagian akan melanjutkan langkah sebagai pendidik, peneliti, maupun profesional di berbagai bidang.

Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Perjalanan skripsi boleh berakhir, tetapi perjalanan untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat baru saja dimulai.

Selamat kepada seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UM Kuningan yang telah melaksanakan Sidang Skripsi. Semoga setiap proses yang telah dilalui menjadi ilmu yang bermanfaat, pengalaman yang menguatkan, serta bekal untuk melangkah menuju masa depan dengan penuh keyakinan dan rasa syukur. (tsa)