UMK News - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) di Kecamatan Selajambe memasuki tahap evaluasi. Seluruh kelompok KKN se-Kecamatan Selajambe mengikuti kegiatan monitoring yang dipusatkan di Posko KKN Desa Ciberung, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UM Kuningan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta jajaran universitas. Kehadiran pimpinan kampus menjadi bentuk komitmen UM Kuningan untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam monitoring tersebut, setiap kelompok KKN mendapat kesempatan untuk memaparkan perkembangan program kerja yang telah dirancang sejak awal pelaksanaan pengabdian. Mahasiswa menyampaikan berbagai program yang telah direalisasikan, capaian yang diperoleh, hingga kegiatan yang masih berada dalam tahap pelaksanaan.
Beragam program dari masing-masing desa menunjukkan bagaimana mahasiswa berupaya menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Setiap kelompok membawa pengalaman dan tantangan yang berbeda selama menjalankan pengabdian di wilayah masing-masing.
Ruang Evaluasi dan Berbagi Pengalaman
Posko KKN Desa Ciberung dalam kegiatan tersebut menjadi ruang berkumpulnya seluruh kelompok KKN se-Kecamatan Selajambe. Tidak hanya menjadi tempat penyampaian laporan perkembangan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling berbagi pengalaman selama menjalankan program di tengah masyarakat.
Berbagai capaian yang dipresentasikan memberikan gambaran mengenai proses pengabdian yang telah berlangsung. Di sisi lain, program yang masih dalam proses menjadi bahan evaluasi agar dapat diselesaikan secara optimal sebelum masa KKN berakhir.
Melalui monitoring tersebut, mahasiswa juga memperoleh arahan dan masukan dari Rektor, LPPM, serta jajaran UM Kuningan. Evaluasi dilakukan sebagai upaya membantu mahasiswa melihat kembali efektivitas program sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan sisa waktu pengabdian.
Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar penyelesaian program secara administratif, tetapi memastikan kegiatan yang dilakukan benar-benar memiliki relevansi dan manfaat bagi masyarakat desa.
Menuntaskan Pengabdian dengan Dampak Nyata
Bagi mahasiswa KKN Desa Ciberung, menjadi tuan rumah dalam kegiatan monitoring menjadi bagian tersendiri dari perjalanan pengabdian. Kehadiran seluruh kelompok dan pimpinan universitas memberikan kesempatan untuk melihat perkembangan KKN dari perspektif yang lebih luas.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa, sekecil apa pun, merupakan bagian dari proses membangun hubungan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi proses belajar memahami kehidupan masyarakat, membangun komunikasi, bekerja sama, serta mencari solusi atas berbagai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, seluruh kelompok KKN se-Kecamatan Selajambe diharapkan semakin termotivasi untuk memaksimalkan sisa waktu pelaksanaan pengabdian.
Program-program yang masih berjalan diharapkan dapat segera dituntaskan dengan baik, sementara program yang telah terlaksana dapat terus memberikan manfaat dan memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN.
Bagi UM Kuningan, keberhasilan KKN bukan semata-mata diukur dari berapa banyak program yang terlaksana, tetapi juga dari seberapa jauh kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan pengalaman, pengetahuan, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dari desa, mahasiswa belajar. Dari masyarakat, mahasiswa bertumbuh. Dan melalui pengabdian, ilmu diharapkan hadir menjadi manfaat nyata. (tsa)

