UMK News Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan melaksanakan kegiatan observasi terhadap sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Subang, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menggali potensi usaha sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM setempat.

Anggota KKN, Adisya, mengungkapkan bahwa hasil observasi menunjukkan produk olahan pisang dan wajit menjadi komoditas unggulan di desa tersebut. Namun, di balik potensi tersebut, para pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek produksi, pemasaran, dan legalitas usaha.

“Hasil observasi menunjukkan bahwa produk olahan pisang dan wajit menjadi unggulan UMKM setempat, meskipun masih terdapat beberapa tantangan dalam aspek produksi, pemasaran, dan legalitas usaha,” ujar Adisya, Sabtu (1/8/2026).

Observasi dilakukan pada berbagai UMKM yang memproduksi makanan khas, seperti sale pisang, keripik pisang, wajit, hingga saroja. Salah satu pelaku usaha sale pisang diketahui telah merintis usahanya secara mandiri sejak tahun 2020, setelah menetap di Desa Subang.

Produk sale pisang tersebut telah mengantongi sertifikasi halal. Namun, dari sisi pemasaran, produk masih dipasarkan secara sederhana melalui penjualan langsung dan penitipan di warung sekitar. Meski demikian, penjualan cenderung meningkat pada momen tertentu seperti libur panjang, Hari Raya Idulfitri, dan pergantian tahun.

Sale pisang dijual dengan harga sekitar Rp6.000 per bungkus, serta melayani pemesanan dalam jumlah tertentu melalui sistem pre-order (PO) dengan waktu pemesanan minimal dua hari sebelumnya. Sementara itu, produk lain seperti keripik pisang, keripik nangka, dan saroja dipasarkan dengan harga sekitar Rp10.000 per bungkus dan sebagian besar diproduksi berdasarkan pesanan.

Pada sektor usaha wajit, pelaku UMKM telah memiliki sertifikasi halal, namun izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) diketahui telah habis masa berlakunya dan perlu segera diperpanjang guna menjaga legalitas usaha.

Selain potensi ekonomi, mahasiswa KKN juga menemukan potensi budaya lokal berupa kesenian genjring (rampak) yang berkembang di wilayah Cirahayu. Potensi ini dinilai dapat menjadi nilai tambah apabila dikombinasikan dengan promosi produk UMKM dalam pengembangan ekonomi kreatif desa.

Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa KKN memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi UMKM di Desa Subang, baik dari sisi potensi maupun tantangan. Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja KKN, khususnya dalam mendukung pengembangan pemasaran, penguatan legalitas usaha, serta peningkatan daya saing produk UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (tsa)