UMK News Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kabupaten Kuningan menggelar program edukasi pengembangan fasilitas pengolahan sampah di Dusun Cibunut, Desa Cirukem, Kecamatan Maleber. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah yang selama ini menjadi perhatian di lingkungan setempat. Melalui edukasi ini, mahasiswa tidak hanya mendorong perubahan pola pikir masyarakat, tetapi juga menawarkan solusi agar sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Andi, hadir sebagai narasumber utama. Ia menegaskan bahwa kunci utama kebersihan lingkungan dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Pengelolaan sampah yang baik berawal dari disiplin pemilahan di tingkat rumah tangga. Jika dikelola secara benar, sampah rumahan dapat bernilai ekonomis dan menyehatkan lingkungan,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai teknik pemilahan sampah organik dan anorganik serta strategi pengembangan fasilitas pengolahan sampah mandiri di tingkat desa.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Roni Ramdani, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mudah diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat dapat mengubah pandangan terhadap sampah, dari yang semula dianggap sebagai masalah menjadi peluang yang produktif.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok KKN Kolaboratif Desa Cirukem, Ardi Sukmawijaya. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan sebagai bentuk sinergi akademisi dalam mendukung pembangunan desa.

Sebagai tindak lanjut, panitia bersama masyarakat telah menjadwalkan aksi bersih-bersih massal pada 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan menyasar sejumlah titik rawan pembuangan sampah liar di Dusun Cibunut, sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara DLH, pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat, Desa Cirukem diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta mandiri secara berkelanjutan. (tsa)