UMK News - CILEULEUY, KUNINGAN — Upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pangan bergizi bagi anak dilakukan akademisi Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Cileuleuy, Kecamatan Cigugur. Salah satu inovasi yang diperkenalkan berupa minuman susu murni dengan infusa daun bayam sebagai alternatif pangan tambahan bergizi bagi balita.

Program bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Susu Murni dengan Infusa Daun Bayam sebagai Pangan Tambahan Bergizi dalam Upaya Pencegahan Stunting” tersebut dilaksanakan Kamis (20/8/2026). Kegiatan melibatkan kader PKK dan Posyandu, orang tua balita, serta masyarakat Desa Cileuleuy.

Program menyasar balita usia 2–5 tahun sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya menyediakan pangan dan minuman bergizi selama masa pertumbuhan anak. Masyarakat juga mendapatkan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga.

Tim UM Kuningan memperkenalkan pemanfaatan susu murni yang dipadukan dengan infusa daun bayam. Pemilihan bahan tersebut mempertimbangkan ketersediaan pangan yang dapat ditemukan masyarakat sekaligus peluang pengolahannya menjadi minuman yang lebih menarik bagi anak.

Tim dipimpin Apt. Rakhmawati Hanifah, M.Farm., bersama anggota Haty Latifah Priatni, S.Pd., M.Farm., dan Nova Oktavia, S.KM., M.PH. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Suci Aulia Zenda dan Regina Putri Edelweis.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan pendampingan kader PKK, dilanjutkan formulasi susu dan daun bayam, praktik pembuatan minuman, pemberian kepada balita, serta evaluasi dan pemantauan.

“Pendekatan berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting,” kata Rakhmawati.

Menurut Rakhmawati, keterlibatan kader dan keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi anak. Kader PKK dan Posyandu juga diharapkan dapat menjadi mitra dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga di lingkungan masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua balita tidak hanya menerima produk yang telah dibuat, tetapi juga mengikuti proses pengolahan. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan kembali di rumah.

Program ini juga membuka ruang untuk mengembangkan pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan. Minuman hasil formulasi dapat dikembangkan pada skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, kebersihan pengolahan, kesesuaian bahan, dan kebutuhan gizi anak.

Rakhmawati mengatakan kegiatan pengabdian tersebut terlaksana melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pemula Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek).

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader PKK dan Posyandu, serta keluarga diharapkan dapat memperkuat edukasi mengenai pangan bergizi bagi anak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi olahan yang dapat mendukung kebutuhan anak.

“Bersama cegah stunting, wujudkan anak sehat untuk masa depan Desa Cileuleuy,” seru Rakhmawati.