UMK News - Babak baru perjalanan pendidikan tinggi dimulai bagi ratusan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan). Melalui Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTAMABA) Tahun Akademik 2026/2027, kampus menyambut generasi baru yang tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi insan berilmu, tetapi juga pribadi berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya pada pembukaan MASTAMABA, Rektor UM Kuningan menyematkan identitas khusus kepada mahasiswa baru tersebut sebagai “Adipati Muda”. Sebutan itu menjadi simbol harapan agar generasi baru UM Kuningan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keberanian, integritas, akhlak, serta jiwa kepemimpinan.
Momentum penyambutan mahasiswa baru tahun ini berlangsung bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528. Rektor UM Kuningan turut menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Kuningan beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk terus menjadi bagian dari pembangunan daerah.
“Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Kuningan. Selamat datang di rumah kedua kalian, tempat di mana kalian akan bertumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi-pribadi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Rektor.
Bagi UM Kuningan, penyambutan mahasiswa baru tidak berdiri sendiri dari lingkungan tempat kampus tumbuh. Semangat tersebut juga diwujudkan melalui keterlibatan UM Kuningan dalam Parade Angklung yang mengusung tema “Harmoni dari Tanah Kelahiran”.
Tema itu menjadi bentuk penghormatan terhadap Kabupaten Kuningan sebagai tanah kelahiran Angklung Diatonis. Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, harmoni angklung dimaknai sebagai pesan tentang kebersamaan, persatuan, dan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur di tengah perubahan zaman.
Keterlibatan UM Kuningan dalam momentum kebudayaan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kehidupan kampus ditempatkan dalam konteks sosial dan budaya masyarakat. Mahasiswa sejak awal diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus mampu hadir dan memberi arti bagi lingkungan.
Menuntut Ilmu, Menjemput Kemuliaan
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor UM Kuningan juga mengingatkan bahwa keputusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan kehidupan.
Pesan itu diperkuat dengan kutipan QS. Al-Mujadalah ayat 11 tentang kemuliaan orang-orang yang beriman dan berilmu. Pendidikan tinggi, karena itu, tidak semata-mata dipandang sebagai proses memperoleh gelar, tetapi sebagai perjalanan panjang untuk menuntut ilmu sekaligus membentuk kualitas diri.
Kepercayaan orang tua dan wali yang menitipkan pendidikan putra-putrinya kepada UM Kuningan juga menjadi perhatian Rektor. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika.
“Kepercayaan ini adalah amanah yang akan kami emban dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi bukan hanya tentang pencapaian akademik. Ada karakter yang harus dibangun, kompetensi yang harus diasah, serta tanggung jawab sosial yang harus dipersiapkan.
Capaian Kampus Menjadi Bekal Generasi Baru
Di hadapan para Adipati Muda, Rektor turut memaparkan sejumlah perkembangan yang telah dicapai UM Kuningan dalam satu tahun terakhir.
Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UM Kuningan berhasil meraih hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan nominal tertinggi di Kabupaten Kuningan. Capaian tersebut menjadi salah satu penanda penguatan kapasitas riset sekaligus kontribusi keilmuan perguruan tinggi bagi masyarakat.
Penguatan mutu akademik juga ditunjukkan melalui keberhasilan tiga program studi meraih predikat akreditasi Unggul.
Sementara itu, UM Kuningan telah memperoleh SK Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kehadiran program tersebut membuka ruang yang lebih luas dalam pengembangan profesionalisme guru sekaligus memperkuat peran UM Kuningan dalam bidang pendidikan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan melalui pengembangan jabatan fungsional dosen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat kualitas pembelajaran dan kapasitas akademik.
Berbagai capaian itu disampaikan bukan sekadar sebagai catatan prestasi institusi, tetapi sebagai gambaran lingkungan akademik yang akan menjadi tempat mahasiswa baru menjalani proses pendidikan selama beberapa tahun ke depan.
Menatap Pengembangan Program Studi dan Infrastruktur
Perjalanan UM Kuningan juga tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Kampus terus menyiapkan sejumlah agenda pengembangan untuk memperluas layanan pendidikan dan memperkuat infrastruktur akademik.
Dalam waktu dekat, UM Kuningan akan mengajukan Program Studi PSPPA dan Program Magister (S2) PJKR. Pengembangan tersebut diharapkan memperluas pilihan pendidikan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Di sisi infrastruktur, kampus juga mempersiapkan pembangunan Auditorium serta Laboratorium Terpadu (Central) atau Ruang Kelas Baru.
Pengembangan program studi dan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya UM Kuningan menghadirkan ekosistem pendidikan yang semakin representatif bagi mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.
Rumah Kedua untuk Bertumbuh
Di balik seluruh capaian dan rencana pengembangan tersebut, Rektor kembali menekankan satu hal penting kepada mahasiswa baru: kampus harus menjadi ruang untuk bertumbuh.
“UM Kuningan hadir bukan sekadar sebagai tempat menimba ilmu, melainkan sebagai ruang bertumbuh untuk membentuk karakter, mengasah kompetensi, dan menempa jiwa kepemimpinan,” ungkapnya.
Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif belajar dari berbagai pengalaman, berorganisasi, berkarya, membangun jejaring, dan terlibat dalam kehidupan sosial.
MASTAMABA menjadi pintu pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan, nilai, budaya, sekaligus semangat yang menjadi bagian dari kehidupan UM Kuningan. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses panjang pembentukan karakter selama menjadi mahasiswa.
Para Adipati Muda dan Harapan Masa Depan
Suasana penyambutan semakin kuat ketika Rektor membacakan puisi berjudul “Para Adipati Muda UM Kuningan” di hadapan mahasiswa baru.
Puisi tersebut menjadi penutup yang sarat makna. Para mahasiswa baru tidak hanya diposisikan sebagai generasi penerus perguruan tinggi, tetapi sebagai anak muda yang memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai kejujuran, keberanian, ilmu pengetahuan, dan akhlak dalam perjalanan hidupnya.
Sebab, kepemimpinan pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang jabatan atau kedudukan. Lebih jauh, kepemimpinan tercermin dari kemampuan seseorang menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rektor UM Kuningan secara resmi membuka MASTAMABA Tahun Akademik 2026/2027.
Para Adipati Muda pun memulai perjalanan barunya.
Dari kampus ini, mereka akan belajar bukan hanya untuk menjadi sarjana, tetapi untuk bertumbuh dalam ilmu, berkarakter dalam sikap, berkarya dalam kehidupan, dan bermanfaat bagi sesama. (tsa)

