UMK News - Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali menorehkan capaian membanggakan melalui tim dosennya yang berhasil lolos hasil penilaian kelayakan substansi dan persyaratan administrasi Program Dana Indonesiaraya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Tim dosen UM Kuningan tersebut mengusung judul program “Digitalisasi dan Wawacan Simbar Kencana Sebagai Upaya Revitalisasi Warisan Sastra Sunda di Majalengka.” Program ini mengangkat upaya pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari langkah pelestarian sekaligus revitalisasi warisan sastra Sunda yang berkembang di wilayah Majalengka.

Keberhasilan melewati tahap penilaian kelayakan substansi dan persyaratan administrasi menjadi capaian penting bagi tim sekaligus menunjukkan adanya upaya sivitas akademika UM Kuningan dalam mengembangkan program yang beririsan dengan pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi.

Tim tersebut diketuai oleh Dr. Opah Ropiah, M.Pd., dosen Homebase Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD). Dalam tim, beliau didampingi Dr. Heti Triwahyuni, M.Pd., dosen Homebase PBSD, serta Ipan Ripai, M.Kom., dosen Homebase Sistem dan Teknologi Informasi (STI), sebagai anggota.

Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu aspek menarik dalam program yang diajukan. Kompetensi di bidang bahasa dan sastra daerah dipadukan dengan keahlian teknologi informasi untuk mendukung upaya dokumentasi dan digitalisasi warisan sastra Sunda.

Pengusungan Wawacan Simbar Kencana dalam program tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kekayaan sastra daerah yang perlu terus dikenalkan kepada generasi masa kini. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi, digitalisasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membuat karya sastra tradisional lebih mudah diakses, dipelajari, dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi UM Kuningan, capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi bagi tim dosen, tetapi juga memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mendorong inovasi dan penelitian yang memiliki dampak terhadap masyarakat. Pengembangan teknologi digital dalam konteks kebudayaan menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat mempertemukan kebutuhan pelestarian budaya dengan perkembangan teknologi.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju tahapan berikutnya sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan dan pelestarian sastra Sunda. Melalui pemanfaatan teknologi digital, warisan sastra daerah diharapkan dapat tetap hidup, terdokumentasi, dan semakin dikenal oleh generasi muda.

Capaian tim dosen UM Kuningan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya dan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya lokal.

Selamat dan sukses kepada tim dosen UM Kuningan. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian dan revitalisasi sastra dan budaya Sunda. (tsa)