UMK News - Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu langkah yang dikembangkan masyarakat Desa Cileuleuy dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi balita. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Susu Murni dengan Infusa Daun Bayam sebagai Pangan Tambahan Bergizi dalam Upaya Pencegahan Stunting.”

Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) tersebut menyasar balita usia 2–5 tahun dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu, ibu atau orang tua balita, serta masyarakat Desa Cileuleuy.

Kegiatan tidak sekadar memberikan pangan tambahan kepada balita, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi produk pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Dalam pelaksanaannya, dosen homebase Prodi D3 Farmasi UM Kuningan, apt. Rakhmawati Universitas Hanifah, M.Farm. dan Haty Latifah Priatni, S.Pd., M.Farm., bertanggung jawab memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat dalam pengolahan susu murni dan infusa daun bayam.

Pendampingan dilakukan melalui pengenalan bahan, proses formulasi, hingga praktik pembuatan minuman. Kader PKK dan ibu balita dilibatkan secara langsung sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan kembali di lingkungan keluarga.

Sementara itu, Nova Oktavia, S.KM., M.P.H., turut berperan dalam pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat serta mendukung penyusunan artikel pengabdian. Penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak serta perhatian terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi D3 Farmasi UM Kuningan sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Suci Aulia Zenda bertanggung jawab dalam pembuatan poster dan membantu pelaksanaan penyuluhan, sedangkan Regina Putri Edelweis bertanggung jawab dalam pencetakan modul serta membantu pelaksanaan pelatihan.

Kehadiran mahasiswa turut mendukung aspek teknis dan edukasi selama kegiatan berlangsung. Poster dan modul yang disiapkan menjadi media pendukung agar materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat dan dimanfaatkan kembali setelah kegiatan selesai.

Mengenalkan Olahan Pangan Berbasis Potensi Lokal

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam program ini adalah pemanfaatan susu murni yang dipadukan dengan infusa daun bayam. Pemilihan bahan tersebut mempertimbangkan potensi pangan yang tersedia sekaligus peluang untuk menghadirkan alternatif olahan yang sederhana dan menarik bagi anak.

Masyarakat kemudian diperkenalkan pada proses formulasi hingga praktik pembuatan minuman. Kader PKK dan ibu balita dilibatkan secara aktif dalam proses tersebut agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat dikembangkan di lingkungan keluarga.

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendampingan kader PKK, formulasi susu dan daun bayam, praktik pembuatan minuman, pemberian kepada balita usia 2–5 tahun, hingga evaluasi dan pemantauan.

Setiap tahapan diarahkan agar kegiatan dapat memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, kebersihan proses pengolahan, pemilihan bahan, serta kebutuhan gizi anak.

Perkuat Peran Kader dan Keluarga

Kader PKK dan Posyandu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi kepada keluarga. Melalui keterlibatan kader, informasi mengenai pentingnya pangan beragam dan bergizi diharapkan dapat terus diteruskan kepada masyarakat.

Orang tua juga didorong untuk memberikan perhatian lebih terhadap pola konsumsi serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah desa, kader, dan perguruan tinggi.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, kader, Pemerintah Desa Cileuleuy, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan. Bagi UM Kuningan, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa Prodi D3 Farmasi UM Kuningan berupaya menghadirkan kontribusi nyata dengan menggabungkan edukasi, pendampingan, dan pemanfaatan potensi pangan lokal.

Ke depan, hasil formulasi minuman tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok masyarakat. Pengembangannya tetap perlu memperhatikan keamanan pangan, sanitasi, kebersihan proses pengolahan, kesesuaian bahan, serta kebutuhan gizi anak.

Lebih jauh, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran keluarga untuk menyediakan pangan yang beragam dan bergizi bagi anak. Pemanfaatan bahan pangan lokal juga diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bagi Desa Cileuleuy, kegiatan tersebut menjadi langkah sederhana untuk membangun kesadaran gizi yang dimulai dari lingkungan keluarga. Sementara bagi UM Kuningan, kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, dosen dan mahasiswa Prodi D3 Farmasi UM Kuningan bersama masyarakat Desa Cileuleuy terus mendorong upaya edukasi dan pemberdayaan sebagai bagian dari gerakan bersama menuju keluarga yang lebih sadar gizi. “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Anak Sehat untuk Masa Depan Desa Cileuleuy.” (tsa)