UMK News - JAKARTA – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Indonesian Pluralities Series, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan tokoh agama, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas keberagaman serta kerukunan umat beragama di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju agenda internasional Road to INSPIRE 2026.
Film dokumenter hasil kolaborasi CRCS UGM, Pardee School of Global Studies-Boston University, dan WatchDoc tersebut mengangkat potret kemajemukan Indonesia serta berbagai tantangan dalam menjaga kesetaraan di tengah perbedaan.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., dan Kepala PKUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D., turut dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar menonton film, tapi menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen bangsa untuk mendiskusikan kembali arti kerukunan di era modern,” ujar M. Adib Abdushomad.
Sedikitnya 120 peserta mengikuti kegiatan tersebut dari berbagai latar belakang kepercayaan dan institusi pendidikan. Puluhan mahasiswa UIN Jakarta juga turut hadir dan terlibat dalam sesi diskusi setelah pemutaran film.
Selain kalangan akademisi dan mahasiswa, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan sejumlah lembaga keagamaan, antara lain Pusbimdik Khonghucu, Bimas Katolik, Bimas Hindu, Bimas Kristen, serta Alumni MM UKRIDA.
Diskusi yang digelar setelah pemutaran film menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mengenai kehidupan masyarakat yang beragam. Berbagai perspektif tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya saling memahami dalam membangun hubungan antarumat beragama.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperluas ruang dialog sekaligus mendorong masyarakat untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Film Indonesian Pluralities memberikan gambaran nyata bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan fondasi untuk saling menguatkan,” demikian disampaikan panitia penyelenggara.
Melalui kegiatan tersebut, pesan mengenai perdamaian dan moderasi beragama diharapkan dapat diterapkan tidak hanya dalam ruang akademik dan diskusi, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

