UMK News - KUNINGAN — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (HIMATIK) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) menjadikan peringatan Dies Natalis ke-15 sebagai momentum untuk memperkuat regenerasi dan keberlanjutan organisasi. Perayaan yang dikemas melalui kegiatan “Galaxy Nawasena” tersebut berlangsung Sabtu (9/5/2026) dengan mengusung tema Build the Future.
Kegiatan dihadiri mahasiswa, dosen, alumni, serta sejumlah tamu undangan. Selain menjadi ruang perayaan hari jadi HIMATIK, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi pengembangan diri dan wawasan teknologi.
Narasumber Sadam Permana membawakan materi mengenai pengembangan diri, inovasi teknologi, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan dunia digital. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi di masa mendatang.
Ketua pelaksana Galaxy Nawasena, Muhamad Arzi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan Dies Natalis, tetapi juga menjadi bagian dari proses menyiapkan keberlanjutan organisasi.
“Galaxy Nawasena adalah program kerja terakhir dari HIMATIK periode kami. Melalui tema Build the Future, kami ingin membangun masa depan organisasi yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan adalah keterlibatan mahasiswa baru. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga dilibatkan sebagai panitia sekaligus menjalani proses magang di dalam himpunan.
Menurut Arzi, pelibatan mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari pembelajaran organisasi sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dekat proses kerja kepengurusan HIMATIK.
“Hanya di Galaxy Nawasena kami melibatkan mahasiswa baru untuk ikut berpartisipasi menjadi panitia dan magang di himpunan. Menurut saya, hal itu sangat penting karena regenerasi dan estafet kepengurusan harus terus berlanjut,” lanjutnya.
Ia menilai regenerasi diperlukan agar HIMATIK dapat terus menjalankan aktivitas organisasi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Mahasiswa baru yang terlibat diharapkan dapat memahami pengalaman kepengurusan sebelumnya dan melanjutkan berbagai program dengan gagasan serta inovasi baru.
Bagi kepengurusan yang saat ini memasuki akhir masa kerja, keterlibatan mahasiswa baru menjadi bagian dari proses transisi menuju kepengurusan berikutnya. Proses tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi baru untuk mulai mengambil peran di dalam organisasi.
“Mungkin ini adalah akhir bagi kami, tetapi juga menjadi awal dari langkah baru bagi teman-teman di himpunan ini, the beginning after the end,” tutupnya.

