UMK News - YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Dr. Muhammad Samsudin, Wakil Ketua V Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Kamis (12/2/2026). Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Persyarikatan Muhammadiyah yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, teguh memegang amanah, serta konsisten dalam pengabdian.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa almarhum merupakan kader yang menunjukkan keteladanan dalam menerima dan menjalankan tugas organisasi tanpa banyak pertimbangan pribadi.
“Almarhum adalah contoh kader Muhammadiyah yang selalu siap mengemban amanah. Ia menjalani setiap tanggung jawab dengan kesungguhan dan tidak pernah menjadikannya sebagai beban,” ujar Haedar dalam pernyataan resminya.
Menurut Haedar, Dr. Muhammad Samsudin dikenal memiliki daya juang tinggi, terutama ketika diberi kepercayaan memimpin perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah yang aksesnya belum semudah saat ini. Tugas tersebut dijalani dengan penuh kesabaran dan komitmen, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan jarak tempuh yang tidak ringan.
“Pada masa itu, perjalanan ke Kuningan belum ditunjang infrastruktur memadai. Namun beliau tetap menjalankan amanah dengan tekun dan penuh tanggung jawab. Itulah watak kader Muhammadiyah yang sesungguhnya,” katanya.
Selain dikenal sebagai pribadi disiplin dan bertanggung jawab, almarhum juga memiliki karakter yang ramah dan membawa suasana positif dalam lingkungan kerja. Kehadirannya sering kali menciptakan suasana akrab dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah dinamika organisasi.
“Beliau memiliki kepribadian yang menyenangkan. Sikap itu membuat kerja-kerja organisasi terasa lebih ringan dan penuh kekeluargaan,” tambah Haedar.
Keteladanan almarhum, lanjut Haedar, menjadi warisan moral bagi generasi penerus Muhammadiyah, khususnya dalam hal loyalitas terhadap organisasi, kesabaran menghadapi tantangan, serta kesiapan ditempatkan di mana pun demi kepentingan Persyarikatan.
“Muhammadiyah kehilangan sosoknya, tetapi nilai-nilai pengabdian yang ia tunjukkan harus terus dilanjutkan oleh kader-kader berikutnya,” tegasnya.
Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal pengabdiannya dicatat sebagai kebaikan.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni segala kekhilafannya, dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutup Haedar. (tsa)

