UMK News - Limbah kotoran sapi perah berpotensi dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) memperkenalkan metode pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik padat dan cair kepada peternak serta pengurus KSU Karya Nugraha Jaya Kuningan.
Program yang berlangsung selama Agustus hingga September 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya menerapkan hasil penelitian dosen untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini didukung hibah Pengabdian kepada Masyarakat Pemula dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek).
Ketua Tim PKM UM Kuningan, Ari Abdulah Safari, M.Pt., dosen Program Studi Peternakan, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membantu peternak mengelola limbah ternak secara efektif sekaligus membuka peluang pemanfaatannya sebagai produk yang berpotensi mendukung kegiatan ekonomi.
“Tujuan kami membantu para peternak agar dapat mengolah kotoran ternak mereka secara efektif dan efisien,” kata Ari saat menjelaskan pelaksanaan program tersebut kepada Pikiran Rakyat Kuningan, Senin (28/9/2026).
Menurut Ari, metode yang dikembangkan melalui penelitiannya memungkinkan satu proses pengolahan menghasilkan lebih dari satu jenis produk. Setidaknya, peternak dapat memperoleh pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari pengolahan kotoran sapi perah.
“Efektif karena metode yang kami kembangkan dapat menghasilkan dua produk atau lebih dalam sekali pengolahan. Minimal peternak mendapatkan pupuk padat dan pupuk organik cair,” ujarnya.
Dari sisi waktu, proses pengolahan tersebut dirancang agar dapat diterapkan secara efisien. Ari menjelaskan bahwa peternak membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperoleh dua produk pupuk melalui metode yang diperkenalkan.
“Secara efisien karena dalam praktiknya pengolahan dengan metode ini hanya memakan total waktu satu bulan untuk mendapatkan dua produk sekaligus,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM memberikan pelatihan langsung kepada peternak mengenai tahapan pengolahan kotoran sapi perah menjadi pupuk organik cair. Pendampingan juga diberikan kepada pengurus KSU Karya Nugraha Jaya, terutama dalam penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan limbah ternak.
Selain aspek produksi, program ini mencakup pendampingan pengelolaan usaha. Pengurus koperasi mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran digital untuk mendukung pengembangan dan pengenalan produk hasil pengolahan limbah peternakan.
Pendekatan tersebut menghubungkan penanganan limbah dengan peluang pemanfaatan ekonomi. Kotoran ternak yang sebelumnya perlu dikelola sebagai sisa kegiatan peternakan diarahkan menjadi bahan baku pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali.
Tim PKM UM Kuningan terdiri atas Ari Abdulah Safari, M.Pt., sebagai ketua, bersama Choirul Badriah, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Peternakan, serta Linda Ade Rahmawati, S.Pd., M.M., dosen Program Studi Manajemen. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Peternakan, yaitu M. Dikra Pamungkas dan Zacky Maulana R.
Kolaborasi dosen dari bidang peternakan dan manajemen serta keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari penerapan ilmu lintas bidang dalam kegiatan pengabdian. Pengolahan limbah didukung keilmuan peternakan, sedangkan aspek pengelolaan dan pemasaran diperhatikan untuk membantu mendukung keberlanjutan produk.
Melalui program tersebut, tim PKM berharap peternak dan pengurus koperasi memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah limbah ternak dengan lebih produktif. Pendampingan ini juga diharapkan membuka peluang pemanfaatan pupuk organik secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai guna hasil samping kegiatan peternakan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui penerapan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan masyarakat. UM Kuningan terus mendorong agar pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

