UMK News - Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan briefing pagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) yang berlangsung di Gedung Foodcourt Lantai 2, Kampus 1 UM Kuningan, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring tersebut menghadirkan Hermawan, M.Si., Direktur Direktorat SDM dan Bisnis UM Kuningan, sebagai pembicara. Briefing pagi menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya peningkatan kapasitas diri, kerja sama, dan dukungan antarsesama dalam menjalankan tugas.
Dalam materi yang disampaikan, Muhammadiyah digambarkan sebagai sebuah kendaraan besar yang membutuhkan kontribusi dan keterlibatan banyak pihak untuk terus bergerak mencapai tujuan. Dalam konteks perguruan tinggi, setiap dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung keberlangsungan serta pengembangan institusi.
Penguatan SDM menjadi salah satu perhatian utama. Peningkatan keterampilan (skill) dan kemampuan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap individu dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih baik, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi.
Pengembangan kompetensi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan lingkungan kerja yang mendukung proses belajar dan peningkatan kapasitas. Kemauan untuk berkembang, terbuka terhadap masukan, serta saling berbagi pengetahuan menjadi bagian penting dalam membangun SDM yang berkualitas.
Selain kompetensi, kebersamaan juga menjadi fondasi dalam menjalankan pekerjaan. Organisasi tidak dapat berkembang secara optimal apabila setiap bagian berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi, komunikasi, dan kesediaan untuk saling membantu diperlukan agar berbagai tanggung jawab dapat diselesaikan secara lebih efektif.
Pesan lain yang ditekankan dalam briefing tersebut adalah pentingnya membangun pola pikir solutif. Setiap persoalan yang muncul dalam pekerjaan perlu dihadapi dengan upaya mencari jalan keluar, bukan sekadar berfokus pada kendala. Sikap terbuka dalam berdiskusi dan kesediaan untuk bekerja sama dapat membantu menemukan solusi yang sesuai.
Budaya saling mendukung juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Dukungan antarrekan kerja dapat memperkuat koordinasi, menjaga semangat, serta membantu setiap individu menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya.
Bagi UM Kuningan, penguatan kapasitas SDM dan budaya kolaborasi merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi. Peran dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya berkaitan dengan tugas masing-masing, tetapi juga dengan kontribusi bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat.
Melalui briefing pagi ini, sivitas akademika UM Kuningan diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kebersamaan, dan membangun kebiasaan kerja yang saling mendukung serta berorientasi pada solusi. (tsa)

