UMK NewsPendidikan tidak semata-mata tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter dan menumbuhkan kepedulian sosial. Nilai inilah yang dihidupkan oleh mahasiswa Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) serta S1 Farmasi Fakultas Farmasi, Kesehatan, dan Sains Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melalui kegiatan sosial bertajuk “Merajut Kepedulian, Menebar Kebahagiaan.”

Kegiatan tersebut menghadirkan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak yatim, piatu, serta dhuafa dari Yayasan Madani dalam suasana penuh kehangatan dan makna. Tidak sekadar agenda sosial, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan yang diampu oleh apt. Hamdani Nugraha, S.Farm., M.H.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas kebersamaan, mulai dari rihlah ke Desa Wisata Jagara, menikmati perjalanan perahu, hingga makan bersama. Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan yang berasal dari donasi mahasiswa sebagai bentuk kepedulian nyata.

Tawa ceria dan kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Momen sederhana ini menjadi pengalaman berharga, tidak hanya bagi anak-anak Yayasan Madani, tetapi juga bagi mahasiswa yang terlibat secara langsung.

Menurut apt. Hamdani Nugraha, kegiatan ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyentuh sisi kemanusiaan mahasiswa. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual semata.

“Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual, emosional, serta kepekaan sosial. Mahasiswa perlu memahami kehidupan secara utuh, termasuk realitas yang dihadapi oleh masyarakat yang membutuhkan perhatian,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak semua orang memiliki kesempatan dan kondisi hidup yang sama, dan dari situlah lahir rasa syukur serta tanggung jawab sosial.

“Anak-anak yatim dan dhuafa tidak memilih kondisi hidup mereka. Dari sini mahasiswa belajar tentang empati, kepedulian, dan arti berbagi sebagai bagian dari nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, program ini menjadi refleksi penting bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati nurani yang peka terhadap persoalan sosial.

Melalui interaksi langsung tersebut, mahasiswa memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari materi. Kebersamaan, perhatian, dan kepedulian justru menjadi hal yang paling bermakna bagi mereka yang tengah menjalani keterbatasan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kuningan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Di akhir kegiatan, terselip harapan besar agar kebersamaan yang terjalin dapat meninggalkan kesan mendalam, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak Yayasan Madani.

Pada akhirnya, pendidikan terbaik bukan hanya tentang apa yang dipelajari di ruang kelas, melainkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan mampu melahirkan empati, memperkuat nilai kemanusiaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. (tsa)