UMK News - Kuningan, Juli 2026 — Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) kembali menorehkan capaian strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Sepanjang Juli 2026, sebanyak empat dosen berhasil meraih gelar doktor (S3) dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Empat dosen yang berhasil menyelesaikan studi doktoral tersebut adalah Dr. Dedi Iskandar, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Pendidikan, Sains, dan Teknologi (FPST) yang meraih gelar Doktor Pendidikan Olahraga dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Selanjutnya, Dr. apt. Imas Maesaroh, M.Farm., Dekan Fakultas Farmasi, Kesehatan dan Sains (FFKS), berhasil meraih gelar Doktor Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Capaian serupa juga diraih oleh Dr. Heti Triwahyuni, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) FPST sekaligus bagian dari Divisi Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), serta Dr. Opah Ropiah, M.Pd., yang sama-sama menyelesaikan Program Doktor Ilmu Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.
Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya prestasi individual, tetapi juga tonggak penting dalam perjalanan penguatan kualitas akademik universitas.
“Ini adalah bukti nyata tumbuhnya budaya akademik di UM Kuningan. Lahirnya para doktor baru mencerminkan komitmen terhadap ilmu pengetahuan serta dedikasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” ujarnya.
Dalam salah satu momentum Sidang Terbuka Promosi Doktor, Rektor juga menegaskan bahwa capaian tersebut memiliki makna historis, khususnya bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) yang kini melahirkan doktor pertamanya. Ia menyebut, pertumbuhan jumlah doktor di lingkungan kampus bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari perjuangan panjang dan konsistensi dalam membangun ekosistem akademik yang unggul.
Lebih lanjut, capaian ini dinilai sejalan dengan visi UM Kuningan sebagai universitas yang unggul dan inovatif, berkarakter technopreneurship berlandaskan nilai-nilai Al-Islam. Peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor diyakini akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, serta lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor juga menekankan bahwa gelar doktor bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi muda, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mengamalkan nilai-nilai utama kampus yang terangkum dalam MELEJIT (Mandiri, Empati, Loyal, Excellent, Jujur, Ikhlas, dan Transformatif) sebagai fondasi dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan semangat “Bertumbuh dan Bermanfaat”, UM Kuningan memaknai pertumbuhan tidak hanya dari aspek kuantitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, budaya riset, jejaring kolaborasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Keberhasilan empat dosen meraih gelar doktor ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi di UM Kuningan. Dengan semakin banyaknya dosen berkualifikasi doktor, universitas optimistis dapat melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Sebagai penutup, UM Kuningan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dr. Dedi Iskandar, M.Pd., Dr. apt. Imas Maesaroh, M.Farm., Dr. Heti Triwahyuni, M.Pd., dan Dr. Opah Ropiah, M.Pd. atas pencapaian akademik yang membanggakan. Diharapkan, ilmu yang diraih dapat terus memberi manfaat serta menginspirasi sivitas akademika dan masyarakat luas. (tsa)

